BEI Suspensi AKKU, ALDO, dan TFCO Usai Reli Tajam

BEI menghentikan sementara perdagangan AKKU, ALDO, dan TFCO mulai sesi I pada 16 Oktober 2026 setelah ketiganya mencatat lonjakan harga tajam.

bei-suspensi-akku-aldo-tfco-usai-reli-tajam

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO), dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) mulai sesi I, Jumat, 16 Oktober 2026. Langkah suspensi saham BEI itu dilakukan setelah ketiga emiten mencatat kenaikan harga yang tajam.

Dalam pengumuman yang dirujuk CNBC Indonesia, BEI menyebut penghentian sementara tersebut sebagai langkah cooling down untuk melindungi investor. Jeda perdagangan diharapkan memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara matang.

Pergerakan ketiga saham sebelum suspensi memang menonjol, baik dalam perdagangan terakhir maupun dalam rentang sebulan dan sejak awal tahun. Kenaikan terbesar secara year to date (YTD) tercatat pada TFCO, yang harganya telah bertambah 300 persen.

Lonjakan harga tiga saham sebelum suspensi

Saham AKKU ditutup naik 34 persen ke Rp105 pada perdagangan sehari sebelum penghentian sementara. Dalam sebulan, saham ini menguat 176,32 persen, sedangkan kenaikannya sejak awal tahun mencapai 228,13 persen.

Untuk AKKU, keputusan BEI merujuk pada Pengumuman bernomor Peng-SPT-00214/BEI.WAS/10-2026. Bursa menyatakan perdagangan saham perseroan dihentikan sementara di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Suspensi dimulai pada sesi pertama perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.

Sementara itu, saham ALDO naik 24,92 persen menjadi Rp1.955 per saham pada perdagangan terakhir sebelum suspensi. Kenaikan selama sebulan mencapai 104,7 persen dan secara YTD sebesar 144,38 persen.

TFCO mencatat penguatan harian 24,6 persen ke Rp2.000 per saham. Dalam sebulan, harganya naik 150 persen. Jika dihitung sejak awal tahun, kenaikannya mencapai 300 persen—angka tertinggi di antara ketiga saham yang dihentikan sementara.

BEI minta investor mencermati keterbukaan informasi

Dalam pengumuman terkait AKKU, BEI menjelaskan suspensi dilakukan sebagai upaya cooling down. Bursa menilai penghentian sementara diperlukan agar investor memiliki waktu yang memadai untuk mempertimbangkan keputusan investasinya, terutama setelah terjadi perubahan harga yang signifikan.

“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” demikian bunyi pengumuman BEI.

Bursa juga mengingatkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan. Pengumuman yang dikutip dalam laporan tersebut memuat rincian suspensi AKKU, sementara sumber tidak merinci nomor pengumuman maupun pasar yang terkena penghentian untuk ALDO dan TFCO.

Suspensi perdagangan tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab kenaikan harga ataupun perkembangan usaha emiten. Dalam bahan yang tersedia, tidak ada penjelasan mengenai faktor yang mendorong penguatan saham AKKU, ALDO, dan TFCO. Karena itu, investor perlu membedakan data pergerakan harga dari informasi mengenai kondisi dan rencana perusahaan.

Perhatikan informasi sebelum mengambil keputusan

Angka kenaikan yang tercatat menunjukkan besarnya perubahan harga dalam periode tertentu, tetapi tidak menggambarkan arah pergerakan setelah perdagangan dibuka kembali. Informasi tersebut juga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai prospek saham. BEI meminta investor mengikuti keterbukaan informasi resmi dari masing-masing perseroan.

Bagi pelaku pasar, masa suspensi menjadi kesempatan untuk menelaah informasi yang tersedia sebelum mengambil langkah berikutnya. Waktu dimulainya kembali perdagangan maupun keterangan lanjutan terkait ketiga saham tidak dicantumkan dalam bahan berita ini. Perkembangan selanjutnya perlu dipantau melalui pengumuman resmi BEI dan keterbukaan informasi emiten.

Mediaharian