Huawei FreeBuds Neo Hadir dengan ANC Adaptif

Huawei FreeBuds Neo hadir di Indonesia dengan ANC adaptif, bobot 4,8 gram, dukungan audio resolusi tinggi, dan daya tahan hingga 40 jam bersama wadah pengisian.

huawei-freebuds-neo-anc-adaptif

Huawei FreeBuds Neo resmi diluncurkan di Indonesia dengan fitur peredam bising adaptif atau Adaptive Noise Cancellation (ANC). Perangkat audio true wireless stereo (TWS) ini juga mengandalkan desain ringan, dukungan audio beresolusi tinggi, serta daya tahan pemakaian hingga 40 jam dengan bantuan wadah pengisian daya.

Manajer Ritel Senior Huawei Device Indonesia Edy Supartono mengatakan, setiap earbud memiliki bobot 4,8 gram. Bobot tersebut dirancang agar perangkat nyaman digunakan dalam kegiatan sehari-hari. “Setiap earbud ini hanya seberat 4,8 gram untuk pemakaian yang ringan dan juga nyaman. Seringan selembar kertas A4,” kata Edy di Jakarta, Kamis.

Huawei memasarkan FreeBuds Neo dengan harga Rp1.799.000. TWS ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Ice White, Stellar Silver, dan Nebula Pink.

Desain ringan dan area kontrol sentuh

FreeBuds Neo menggunakan desain light mini stem. Huawei menyebut perangkat tersebut dirancang berdasarkan lebih dari 10.000 sampel data telinga dan 150 profil telinga representatif. Pendekatan itu ditujukan untuk membantu mendistribusikan tekanan secara merata saat earbud dikenakan.

Pada bagian depan, sekitar 60 persen permukaan earbud menjadi area sentuh. Pengguna dapat memanfaatkan kontrol tersebut untuk mengatur pemutaran audio, volume, serta mode peredam bising. Rancangan kontrol ini menempatkan beberapa fungsi utama langsung pada perangkat, tanpa perlu mengandalkan tombol fisik.

Bobot yang ringan dan bentuk yang ringkas menjadi bagian dari rancangan FreeBuds Neo untuk penggunaan harian. Namun, Huawei tidak hanya menonjolkan aspek kenyamanan. Perangkat ini juga dibekali sejumlah fitur audio, mulai dari rentang respons frekuensi lebar hingga dukungan spatial audio.

ANC adaptif dan pemrosesan kebisingan

Salah satu fitur utama FreeBuds Neo adalah Adaptive Noise Cancellation yang ditopang cip audio generasi ketiga. Menurut Huawei, sistem tersebut dapat menangkap data kebisingan hingga 400.000 kali per detik, dengan latensi pemrosesan serendah 8 mikrodetik.

Perangkat ini menggunakan arsitektur peredam bising dua saluran. Edy menyatakan teknologi tersebut menghadirkan kedalaman noise cancellation rata-rata 30 desibel di seluruh rentang frekuensi. Angka itu merupakan klaim perusahaan mengenai kemampuan peredaman bising FreeBuds Neo.

Untuk komunikasi suara, Huawei menyematkan teknologi peredam bising berbasis kecerdasan artifisial. Fitur ini dirancang agar suara pengguna tetap jernih ketika melakukan panggilan di lingkungan dengan tingkat kebisingan hingga 95 desibel. Kemampuan tersebut melengkapi ANC yang ditujukan untuk meredam suara sekitar saat pengguna mendengarkan audio.

Dukungan audio resolusi tinggi dan daya tahan

Di sisi kualitas suara, FreeBuds Neo membawa turbo driver terbaru yang diklaim mampu merespons frekuensi mulai 10 Hz hingga 48 kHz. Huawei juga mencantumkan dukungan high-res lossless audio dengan kecepatan transfer data hingga 2,3 Mbps.

Perangkat ini turut mendukung spatial audio untuk menghadirkan pengalaman suara tiga dimensi yang imersif. Kombinasi spesifikasi tersebut menjadi bagian dari penawaran audio FreeBuds Neo, di samping fitur peredam bising adaptif dan kontrol sentuh pada earbud.

Huawei mengklaim FreeBuds Neo dapat digunakan hingga 40 jam dengan dukungan wadah pengisian daya. Angka itu menunjukkan daya tahan total yang disampaikan perusahaan, bukan keterangan mengenai lama pemakaian dalam satu kali pengisian earbud.

Dengan harga Rp1.799.000, FreeBuds Neo masuk ke pasar TWS di Indonesia dengan memadukan ANC adaptif, desain berbobot 4,8 gram, dan dukungan audio resolusi tinggi. Ketersediaan perangkat ini memberi konsumen pilihan baru, sementara pengalaman penggunaan sehari-hari akan bergantung pada kebutuhan masing-masing, termasuk kebiasaan mendengarkan audio dan melakukan panggilan.

Mediaharian