Maeurn Smiles Bangun Sekolah dari Penghasilan OnlyFans

Maeurn Smiles memakai penghasilan dari OnlyFans untuk membeli lahan dan membangun sekolah di Naga, Cebu. Pusat belajar kecil telah dibuka, sementara gedung utama ditargetkan menampung sekitar 300 anak.

maeurn-smiles-bangun-sekolah-dari-penghasilan-onlyfans

Maeurn Smiles, kreator asal Cebu, Filipina, menggunakan penghasilan dari pekerjaannya di OnlyFans untuk mewujudkan rencana membangun sekolah di kampung halamannya. Ia membeli sebidang tanah di Naga, Cebu, pada 2024, dan kini mengawasi sendiri proses pembangunan pusat pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak setempat.

Tanah itu dibeli dengan harga 1,75 juta peso Filipina, atau sekitar Rp 486 juta. Semula, Maeurn berniat menyerahkan lahan tersebut kepada pemerintah agar dapat dibangun sekolah. Namun, rencana itu berubah setelah ia mengetahui sekolah yang dibangun tidak boleh diberi nama sesuai nama mendiang ayahnya.

Maeurn kemudian memilih menangani pembangunan secara mandiri. Baginya, langkah itu menjadi cara untuk memberikan penghormatan kepada sang ayah sekaligus memastikan proyek pendidikan tersebut berjalan sesuai harapannya.

Pusat belajar sudah dibuka sebelum gedung utama selesai

Bangunan utama sekolah yang direncanakan belum rampung. Meski begitu, kegiatan pendidikan di lokasi itu sudah dimulai melalui pusat pembelajaran yang lebih kecil dan dibuka pada 2025.

Anak-anak di sana dapat mengikuti pelajaran sains, belajar memasak, serta terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya. Kehadiran pusat belajar itu membuat proyek Maeurn tidak hanya berhenti pada rencana pembangunan gedung, tetapi sudah menyediakan ruang untuk kegiatan anak-anak di lingkungan sekitar.

Setelah selesai, sekolah utama tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 300 anak. Kapasitas itu menunjukkan skala tujuan yang ingin dicapai Maeurn, meski pembangunan masih harus dituntaskan sebelum bangunan utama dapat digunakan.

Keputusannya mengelola sendiri proyek tersebut berawal dari persoalan nama sekolah. Maeurn awalnya ingin memberikan tanah itu kepada pemerintah, tetapi ia berubah pikiran setelah mengetahui bahwa nama mendiang ayahnya tidak dapat digunakan. Ia lalu memilih tetap melanjutkan rencana dengan cara yang memungkinkan penghormatan itu menjadi bagian dari proyeknya.

Pengalaman Maeurn dan cita-cita di bidang pendidikan

Ketertarikan Maeurn pada pendidikan sudah muncul sejak ia masih muda. Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, TMZ, ia mengatakan keluarganya tidak memiliki biaya untuk menyekolahkannya ke perguruan tinggi. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat menempuh pendidikan tinggi seperti yang diinginkannya.

Pada usia 18 tahun, Maeurn sempat bekerja sebagai guru bahasa Inggris untuk murid-murid dari China. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum ia bergabung dengan OnlyFans pada 2019. Dari platform tersebut, ia memperoleh penghasilan yang kemudian membantunya membiayai berbagai kebutuhan keluarga dan mewujudkan rencana pembangunan sekolah.

Maeurn juga membantu adik-adiknya membayar biaya sekolah. Ia membelikan bahan makanan untuk mereka setiap bulan serta melunasi tagihan dan pengeluaran lain. Dengan demikian, proyek sekolah ini berjalan berdampingan dengan dukungan yang ia berikan kepada keluarganya.

Dalam keterangannya, Maeurn menyebut keputusan tersebut mudah diambil karena pekerjaan itu membuatnya merasa aman di rumah, dapat menjadi diri sendiri, dan sekaligus membahagiakan penggemar serta keluarganya. Ia juga menyinggung terbatasnya kesempatan bagi perempuan di Filipina untuk memperoleh penghasilan.

Dari penghasilan daring menjadi fasilitas pendidikan

Kisah Maeurn memperlihatkan bagaimana penghasilan dari pekerjaan daring dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan keluarga dan tujuan sosial. Ia memanfaatkan sumber pendapatan yang dimilikinya untuk membeli lahan dan menyiapkan fasilitas belajar bagi anak-anak di Naga.

Meski gedung utama belum berdiri, pusat pembelajaran yang sudah beroperasi menjadi langkah awal menuju sekolah berkapasitas sekitar 300 anak. Perkembangan proyek selanjutnya akan menentukan kapan fasilitas utama itu dapat digunakan sepenuhnya oleh warga setempat.

Bagi Maeurn, rencana ini juga memiliki makna personal: sekolah itu berkaitan dengan cita-cita pendidikannya yang tidak sempat ia wujudkan dan keinginannya mengenang sang ayah. Kini, pusat belajar tersebut menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk menghadirkan kesempatan pendidikan bagi anak-anak di kampung halamannya.

Mediaharian