Giannis Serukan Kepercayaan Usai Heat Kalah Telak

Giannis Antetokounmpo meminta Miami Heat memperbaiki usaha dan membangun kepercayaan setelah kalah 106-131 dari Minnesota Timberwolves. Anthony Edwards memimpin kemenangan dengan 45 poin.

giannis-serukan-kepercayaan-usai-heat-kalah-telak

Giannis Antetokounmpo meminta Miami Heat membangun kepercayaan antarpemain setelah kalah 106-131 dari Minnesota Timberwolves pada laga pembuka NBA 2026-2027 di Kaseya Center, Miami, Rabu (21/10). Dalam debut musim regulernya bersama Heat, Giannis menilai usaha dan komunikasi tim belum cukup untuk menghadapi permainan agresif lawan.

Heat tak mampu mengimbangi Timberwolves yang tampil tajam sejak awal. Giannis menjadi pencetak angka terbanyak bagi tuan rumah, tetapi penampilan impresifnya belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi skuad yang sedang menyatukan pemain-pemain baru.

Giannis minta Heat tetap berjuang saat tertinggal

Giannis mencetak 35 poin dan enam rebound dalam 29 menit. Ia memasukkan 13 dari 19 tembakan. Namun, menurut pemain asal Yunani itu, kontribusi pribadi tidak akan banyak berarti jika seluruh tim tidak menunjukkan usaha yang sama, terutama ketika pertandingan mulai berjalan di luar rencana.

“Ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan, kami harus berjuang lebih keras. Kami tidak melakukan itu malam ini. Usaha kami harus lebih baik. Itu harus dimulai dari saya. Saya harus berusaha lebih keras karena saya yang menentukan standar bagi tim,” kata Giannis setelah pertandingan.

Ia juga menyoroti dampak tembakan-tembakan Anthony Edwards yang membuat Heat kehilangan momentum. Edwards menjadi motor serangan Timberwolves, sementara rekan-rekannya turut menjaga tekanan sehingga tim tamu bisa mengendalikan pertandingan.

“Mereka memiliki dua pemain yang mampu mencetak tembakan-tembakan yang bisa membuat mental lawan jatuh. Kami harus tetap bermain dan berusaha melewati situasi itu. Saat Edwards memasukkan tembakan, kami kehilangan semangat dan permainan menjadi lebih mudah bagi mereka,” ujar Giannis.

Anthony Edwards cetak 45 poin

Edwards menutup pertandingan dengan 45 poin dan 10 rebound dalam 32 menit. Ia mencatatkan 16 tembakan masuk dari 29 percobaan, termasuk sembilan tripoin, dengan akurasi keseluruhan 55 persen. Penampilan itu membuat pertahanan Heat kesulitan mencari cara untuk menghentikannya.

Catatan Edwards terasa kian istimewa karena ia juga mencetak 41 poin dalam laga pembuka musim sebelumnya. Dengan dua kali mengemas setidaknya 40 poin pada pertandingan pembuka musim secara beruntun, ia bergabung dengan kelompok langka yang sebelumnya mencakup Wilt Chamberlain dan Michael Jordan.

Edwards menjadi pemain ke-81 yang mencetak sedikitnya 40 poin dalam lebih dari satu laga pembuka musim. Chamberlain pernah melakukannya empat kali secara beruntun pada rentang 1952 hingga 1962, sedangkan Jordan mencatatkannya pada 1986, 1989, dan 1995.

Usai pertandingan, Edwards mengatakan provokasi dari bangku cadangan Heat ikut memantik intensitasnya. Ia mengaku tidak mengenal pemain yang berbicara kepadanya. Di luar lapangan, dukungan keluarga juga memberi dorongan: sang istri mengirim foto putri mereka yang masih terjaga untuk menyaksikan pertandingan.

Heat masih menyatukan skuad baru

Timberwolves mendapat sokongan dari LaMelo Ball yang menyumbang 21 poin dan enam asis dalam 28 menit. Ia memasukkan tujuh tembakan dari 17 percobaan. Jaden McDaniels menambah 17 poin, Ayo Dosunmu 16 poin, dan Jonatan Kuminga 12 poin untuk membantu tim tamu meraih kemenangan meyakinkan.

Bagi Giannis, hasil laga pertama ini menjadi pengingat bahwa kehadiran pemain bintang saja belum cukup untuk membentuk tim yang kompetitif. Setelah 13 tahun bersama Milwaukee Bucks, ia kini harus beradaptasi dengan rekan setim, sistem permainan, dan lingkungan baru di Miami.

Heat mendatangkan Giannis bersama sejumlah pemain lain, di antaranya Klay Thompson, Bobby Portis, dan Tim Hardaway Jr. Mereka bergabung dengan pemain yang telah lebih dulu berada di tim, termasuk Bam Adebayo, Andrew Wiggins, Pelle Larsson, dan Davion Mitchell. Menyatukan peran dan membangun chemistry menjadi pekerjaan yang masih harus dijalani.

“Kami harus bermain lebih baik. Kami harus lebih saling percaya. Ini baru satu pertandingan. Namun, pola serangan dan pertahanan yang kami tunjukkan benar-benar berbeda dari apa yang kami perlihatkan selama pramusim,” kata Giannis.

Musim masih panjang, tetapi kekalahan pembuka memberi Heat bahan evaluasi yang jelas: menjaga semangat ketika lawan sedang panas, mengambil keputusan dengan lebih berani, dan saling percaya di kedua sisi lapangan. Bagi Giannis, perubahan itu harus dimulai dari dirinya sendiri—dan diteruskan oleh seluruh tim.

Mediaharian