India Tumbang 0-4, Laga Kontra Brasil Jadi Sejarah

India kalah 0-4 dari Brasil di Kolkata, tetapi laga persahabatan itu menjadi pertemuan pertama tim nasional putra kedua negara. Pertandingan juga menyedot perhatian suporter.

india-tumbang-0-4-laga-kontra-brasil-jadi-sejarah

Timnas India kalah 0-4 dari Brasil dalam laga persahabatan di Salt Lake Stadium, Kolkata, Sabtu (3/10/2026). Namun, hasil telak itu tak menghapus arti penting pertandingan: untuk pertama kalinya tim nasional putra India berhadapan dengan Brasil.

Brasil menguasai jalannya laga dan mencetak gol melalui Estevao, Pedro, serta Samuel Lino yang membukukan dua gol. Bagi India, pertandingan tersebut menjadi catatan bersejarah sekaligus kesempatan menguji diri melawan salah satu tim paling berpengalaman di sepak bola internasional.

Brasil dominan sejak awal pertandingan

Tim Samba langsung mengambil inisiatif serangan. Vinicius Junior hampir membuka keunggulan pada menit kedelapan, tetapi tendangannya berhasil ditepis Gurpreet Singh Sandhu, kiper sekaligus kapten India.

Tekanan Brasil berlanjut hingga menghasilkan gol pada menit ke-28. Estevao melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Gurpreet. India mencoba merespons dengan membangun serangan, tetapi Brasil tetap lebih leluasa mengendalikan permainan.

Keunggulan Brasil bertambah menjelang turun minum. Pedro mencetak gol pada menit ke-42 dan membawa timnya unggul 2-0 saat kedua kesebelasan memasuki jeda. India belum berhasil menemukan cara untuk membongkar pertahanan lawan secara konsisten.

Pada babak kedua, India sempat memberi ancaman. Menit ke-55, Manvir Singh melepaskan tembakan keras yang memaksa kiper Brasil melakukan penyelamatan. Momen itu menjadi salah satu peluang India untuk memperkecil ketertinggalan.

Dua gol Samuel Lino mengunci kemenangan Brasil

Harapan India untuk mengejar skor segera mendapat tantangan. Tiga menit setelah peluang Manvir, Samuel Lino mencetak gol setelah memanfaatkan koordinasi pertahanan India yang kurang baik. Lino masuk pada babak kedua, menggantikan Vinicius Junior.

Brasil tak berhenti menyerang. Menjelang pertandingan berakhir, Lino kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-0 bagi Brasil dan menutup pertandingan dengan selisih yang mencolok.

Brasil datang ke Kolkata sebagai juara dunia lima kali. Laga melawan India merupakan bagian dari rangkaian pertandingan persahabatan mereka setelah tersingkir dari Piala Dunia pada Juli. Sebelum menghadapi India, Brasil mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam rangkaian laga persahabatan di Australia.

Skor akhir menunjukkan perbedaan hasil di lapangan, tetapi bagi India, arti pertandingan tidak hanya ditentukan oleh angka. Tim yang berada di peringkat ke-138 dunia itu untuk pertama kalinya menjajal tim nasional putra Brasil, sebuah pengalaman yang menjadi sorotan tersendiri dalam perjalanan sepak bola negara tersebut.

Laga bersejarah di hadapan suporter Kolkata

Salt Lake Stadium, yang berkapasitas sekitar 65.000 penonton, menjadi tempat pertemuan dua tim dengan pengalaman berbeda di panggung internasional. Pertandingan itu menarik perhatian besar di India, termasuk sebelum sepak mula lewat penjualan tiket.

Tiket termurah dijual seharga 999 rupee atau sekitar 10 dollar AS dan dilaporkan habis dalam beberapa menit setelah penjualan dibuka. Kategori tiket lain dibanderol antara 3.500 hingga 25.000 rupee. Meski demikian, stadion tidak terisi penuh; sejumlah bagian tribun tampak diisi suporter dengan warna kuning Brasil.

Pertemuan tim nasional putra India dan Brasil ini merupakan yang pertama. Kedua negara sebelumnya pernah bertemu lewat tim nasional putri dalam pertandingan di Manaus, Brasil, pada 2021.

India masih berupaya meningkatkan profil sepak bolanya di tengah besarnya perhatian terhadap kriket. Negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa itu juga belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Laga melawan Brasil belum mengubah tantangan tersebut, tetapi memberi India pengalaman menghadapi lawan kelas dunia dan momen yang akan tercatat dalam sejarah sepak bolanya.

Mediaharian