JBL Genap 80 Tahun, Pamerkan Jejak Inovasi Audio
JBL merayakan 80 tahun kiprahnya lewat pameran interaktif di Grand Indonesia. Perusahaan juga menyoroti pengembangan audio imersif, keberlanjutan, dan dukungan bagi musisi baru.
JBL merayakan 80 tahun kiprahnya di industri audio dengan menggelar pameran interaktif di Grand Indonesia, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. Perayaan ini menjadi penanda perjalanan perusahaan yang sejak didirikan pada 1946 mengembangkan teknologi suara untuk kebutuhan profesional maupun konsumen.
Pameran berlangsung di Main Atrium, East Mall Level 1. Pengunjung dapat mencoba sejumlah pengalaman interaktif sekaligus melihat produk ikonik JBL dari berbagai era, termasuk melalui JBL Playback Gallery yang menampilkan perjalanan merek tersebut selama delapan dekade.
Di balik perayaan ulang tahun, JBL juga menyoroti perannya dalam perkembangan tata suara, mulai dari desain loudspeaker hingga perangkat audio untuk studio, bioskop, panggung musik, rumah, dan kendaraan. Perusahaan ini merupakan bagian dari HARMAN.
Dari studio hingga lebih dari 40 persen bioskop dunia
JBL didirikan oleh insinyur James B. Lansing pada 1946. Selama perjalanannya, perusahaan mengembangkan produk untuk beragam kebutuhan, dari perangkat audio portabel dan headphone hingga sistem tata suara profesional. Perangkat JBL juga digunakan dalam sejumlah ajang musik besar, termasuk Woodstock dan Tomorrowland.
Dalam keterangan perusahaan, sistem JBL Professional digunakan di lebih dari 40 persen bioskop di seluruh dunia. Teknologinya juga hadir di stadion, studio rekaman, tempat pertunjukan musik, dan kendaraan. Jangkauan tersebut memperlihatkan bagaimana produk audio JBL digunakan dalam pengalaman mendengarkan sehari-hari maupun produksi hiburan berskala besar.
Dedikasi di bidang tata suara turut mengantarkan JBL meraih penghargaan bergengsi, termasuk Academy Awards untuk pencapaian di bidang audio dan Grammy Award atas kontribusinya pada perangkat tata suara serta monitor. Perangkat tersebut digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti konser, studio, bioskop, dan penyiaran.
Grace Koh, Vice President and General Manager Consumer Audio HARMAN APAC, mengatakan JBL selama 80 tahun ikut membentuk cara masyarakat menikmati suara. Ia menyebut perusahaan akan terus mendorong inovasi dan mendukung kreator serta komunitas melalui produk dan pengalaman yang mengusung semangat “Made to Be Heard”.
Spatial audio dan keberlanjutan jadi fokus berikutnya
Memasuki dekade berikutnya, JBL menyatakan akan mengembangkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. Beberapa bidang yang menjadi perhatian perusahaan ialah spatial audio dan adaptive soundscapes, yakni pendekatan yang ditujukan untuk membuat suara terasa lebih menyatu dengan aktivitas sehari-hari.
Perusahaan juga memasukkan aspek keberlanjutan dalam fokus pengembangan. Perhatian tersebut mencakup proses perancangan dan produksi perangkat, seiring upaya JBL menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan. Namun, rincian mengenai target atau langkah spesifik terkait keberlanjutan tidak dijelaskan dalam materi perayaan.
Upaya JBL, menurut perusahaan, tidak hanya berpusat pada perangkat dan teknologi. JBL Music Academy dan JBL Campus Program menjadi bagian dari inisiatif untuk mendukung musisi pendatang baru. Perusahaan juga bekerja sama dengan Girls Make Beats, organisasi yang mendorong keterlibatan perempuan dalam industri musik.
Melalui program-program tersebut, JBL ingin membuka ruang bagi generasi kreator dan komunitas untuk berkembang. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan merawat ekosistem musik, sekaligus mendorong keberagaman di industri audio.
Pameran Jakarta membawa arsip produk lebih dekat
Di Jakarta, perayaan 80 tahun itu diterjemahkan melalui pengalaman langsung bagi pengunjung. Selain mencoba produk dan aktivitas interaktif, mereka dapat menelusuri deretan perangkat yang mewakili perjalanan JBL dari masa ke masa di JBL Playback Gallery.
Rangkaian perayaan global juga mencakup majalah digital edisi khusus yang tersedia dalam waktu terbatas, satu musim podcast Audio Talks garapan HARMAN, serta video yang merangkum perjalanan JBL. Podcast tersebut akan menghadirkan percakapan dengan para insinyur, desainer, dan musisi yang terlibat dalam perjalanan merek.
Delapan dekade inovasi menempatkan JBL di tengah perubahan cara orang menciptakan dan menikmati musik. Pameran di Grand Indonesia memberi kesempatan bagi publik untuk melihat jejak perubahan itu secara langsung, sementara fokus pada teknologi imersif, keberlanjutan, dan dukungan bagi kreator akan menjadi bagian dari arah perusahaan berikutnya.
