Kulkas Rusak Menumpuk, Daur Ulang di Inggris Tersendat

Tempat penampungan penuh membuat layanan pengangkutan kulkas tersendat di Inggris dan Wales. Warga menunggu jalur pembuangan resmi, sementara kapasitas baru diperkirakan tersedia pada 2027.

kulkas-rusak-menumpuk-daur-ulang-inggris-tersendat

Penumpukan kulkas rusak di Inggris dan Wales membuat layanan pengangkutan serta daur ulang tersendat. Sejumlah tempat penampungan telah penuh, sehingga warga tidak bisa membawa kulkas ke fasilitas daur ulang dan pemerintah daerah pun menunda pengambilan dari rumah.

Akibatnya, sebagian kulkas terbengkalai di halaman rumah. Di sejumlah kawasan, peralatan rumah tangga lama juga terlihat di pinggir jalan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa masalah pembuangan yang tak tertangani dapat kian meluas.

Layanan pengangkutan kulkas dihentikan sementara

Hampir seperempat pemerintah daerah di Wales menyatakan telah menangguhkan layanan pengambilan kulkas dan freezer dari rumah warga. Cardiff termasuk wilayah yang terdampak. Penyebab utamanya adalah keterbatasan ruang di tempat pembuangan dan fasilitas pengolahan.

Lee Young, warga Cardiff, mengatakan dirinya telah berupaya membuang kulkas-freezer selama dua bulan. Ia sempat membawanya ke pusat daur ulang pada Juli, tetapi petugas menyampaikan bahwa barang tersebut tidak diterima. Ia kemudian mendapat informasi pemerintah daerah akan mengangkutnya, namun layanan itu ternyata juga tidak tersedia.

“Saya sempat mencoba membawanya ke pusat daur ulang pada bulan Juli, tetapi diberi tahu bahwa barang itu tidak diterima. Ada yang bilang pihak pemerintah daerah akan mengambilnya, namun ternyata mereka juga tidak mau mengambilnya,” kata Lee, dikutip BBC.

Sejak itu, kulkas tersebut berada di halaman belakang rumahnya. Lee belum mengetahui kapan pengangkutan oleh pemerintah daerah akan kembali beroperasi. Pengalaman itu menggambarkan kendala yang dihadapi warga ketika jalur pembuangan resmi tidak bisa digunakan.

Kekhawatiran kulkas dibuang sembarangan

Michael Enea, aktivis sekaligus juru kampanye Partai Konservatif di Newport, mengaku kerap melihat peralatan rumah tangga tua di pinggir jalan. Ia memperingatkan, warga yang tidak memiliki pilihan untuk membuang kulkas dan freezer secara resmi mungkin akhirnya meninggalkan barang tersebut di tempat umum.

“Menurut saya, akan banyak warga di komunitas setempat yang tidak memiliki sarana untuk membuang kulkas dan freezer mereka, sehingga akhirnya mereka benar-benar membuang barang-barang tersebut begitu saja di jalanan,” ujarnya. Ia menyebut pemandangan semacam itu cukup sering dijumpai di Newport dan wilayah Wales lainnya.

Asosiasi Pemerintah Daerah atau Local Government Association (LGA) menyatakan telah mengidentifikasi puluhan pemerintah daerah di Inggris dan Wales yang menghentikan atau membatasi layanan pengangkutan. LGA memperkirakan lebih banyak daerah dapat mengambil langkah serupa jika kapasitas pengolahan belum kembali memadai.

Namun, kondisi di setiap wilayah tidak selalu sama. Ada warga yang masih menyimpan kulkas di rumah sambil menunggu layanan dibuka kembali, sementara laporan tentang peralatan yang terlihat di pinggir jalan menunjukkan risiko ketika pilihan pembuangan resmi terbatas.

Mengapa kulkas tidak boleh dibuang sembarangan?

Di Britania Raya, kulkas dan freezer harus dibuang melalui mekanisme khusus. Warga dapat membawanya ke fasilitas daur ulang atau meminta pemerintah daerah mengangkutnya untuk diproses. Aturan ini berkaitan dengan kandungan gas rumah kaca terfluorinasi serta bahan isolasi busa yang dapat melepaskan gas berbahaya bila tidak ditangani di fasilitas yang sesuai.

Karena itu, kulkas yang menumpuk bukan sekadar persoalan kebersihan atau ruang penyimpanan. Pengolahan yang benar diperlukan untuk mencegah bahan di dalam perangkat tersebut merusak lingkungan. Ketika fasilitas dan layanan pengangkutan terganggu, jalur pembuangan yang aman ikut terhambat.

LGA menyebut kekurangan kapasitas pengolahan khusus berskala nasional terjadi setelah sejumlah fasilitas tutup dan menghadapi berbagai insiden, termasuk kebakaran. Dampaknya menjalar ke skema kepatuhan produsen, yang bertugas mengatur dan mendanai pengumpulan serta daur ulang limbah elektronik atas nama produsen.

Sejumlah skema tersebut menunda atau menghentikan pengambilan limbah dari fasilitas milik pemerintah daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah tidak hanya menghadapi tempat penampungan yang penuh, tetapi juga kendala dalam menyalurkan limbah ke tahap pengolahan berikutnya.

Kapasitas baru diperkirakan tersedia pada 2027

Tekanan terhadap layanan pembuangan juga bertambah setelah gelombang panas melanda Eropa. Dalam kondisi panas, kulkas dan freezer bekerja lebih keras untuk menjaga suhu. Jika berlangsung terus-menerus, beban kerja itu dapat mempercepat kerusakan perangkat dan menambah jumlah unit yang perlu dibuang.

Menurut laporan Mirror, sebagian limbah kulkas yang tak tertampung dikirim ke Skotlandia atau negara Eropa lain untuk diproses lebih lanjut. Pelaku industri memperkirakan kapasitas pengolahan tambahan di Inggris baru akan tersedia pada 2027.

Perkiraan tersebut memberi gambaran bahwa pemulihan tidak berlangsung seketika. Pelaku industri juga mengingatkan perlunya investasi jangka panjang agar sistem pengolahan limbah elektronik lebih tangguh menghadapi penutupan fasilitas maupun gangguan lain.

Sampai kapasitas baru tersedia, warga di wilayah terdampak masih bergantung pada informasi dari pemerintah daerah mengenai layanan pengambilan dan fasilitas yang menerima kulkas. Kepastian jalur pembuangan menjadi penting agar perangkat yang sudah tak terpakai tidak berakhir di halaman rumah atau ruang publik.

Mediaharian