Napoli Tumbang 1-3, Allegri dan De Bruyne Bersitegang
Napoli sempat unggul lebih dulu, tetapi kalah 1-3 dari Villarreal di Liga Champions. Laga itu juga diwarnai perdebatan antara Massimiliano Allegri dan Kevin De Bruyne.
Napoli kalah 1-3 dari Villarreal dalam lanjutan Liga Champions di Stadion El Madrigal, Rabu dini hari WIB (14/10). Kekalahan itu terasa kian pahit bagi Partenopei karena Massimiliano Allegri dan Kevin De Bruyne terlihat terlibat perdebatan saat pertandingan berlangsung.
Napoli sempat membuka laga dengan meyakinkan. Amir Rrahmani mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan delapan menit, memberi tim tamu keunggulan dan awal yang menjanjikan di markas Villarreal.
Namun, keunggulan itu tak bertahan hingga akhir. Georges Mikautadze menyamakan kedudukan pada menit ke-23, sebelum Santiago Mourino dan Tani Oluwaseyi mencetak gol yang memastikan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah.
Villarreal membalikkan keadaan setelah gol cepat Napoli
Gol Rrahmani sempat membuat Napoli berada di posisi yang menguntungkan. Partenopei bisa memulai pertandingan dengan modal keunggulan, tetapi Villarreal segera merespons dan mengubah arah permainan.
Mikautadze menjadi pencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-23. Setelah itu, Villarreal menambah dua gol melalui Mourino dan Oluwaseyi. Napoli yang semula memimpin pun harus meninggalkan El Madrigal tanpa membawa pulang poin.
Hasil tersebut memperpanjang rangkaian hasil buruk Napoli di kompetisi ini. Pada matchday pertama, mereka lebih dulu kalah 0-1 dari Arsenal, finalis musim lalu. Dengan demikian, kekalahan dari Villarreal menjadi kekalahan kedua Napoli secara beruntun di Liga Champions.
Bagi Villarreal, kemenangan itu menjadi hasil penting di hadapan pendukung sendiri. Mereka mampu bangkit setelah tertinggal dan menuntaskan pertandingan dengan keunggulan dua gol. Sementara bagi Napoli, keunggulan awal belum cukup untuk meredam perlawanan tuan rumah.
Allegri ingin De Bruyne bermain lebih ke dalam
Perhatian juga tertuju pada ketegangan antara Allegri dan De Bruyne di babak pertama. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, pelatih Napoli itu meminta De Bruyne mengambil posisi lebih dalam di lini tengah. Tujuannya, Scott McTominay bisa bergerak lebih maju dan membantu serangan.
Allegri beberapa kali meneriakkan instruksi agar De Bruyne mundur. Namun, mantan pemain Manchester City itu disebut tidak menjalankan arahan tersebut. Ia kemudian tampak emosional, berbicara dengan rekan setimnya, dan mengangkat kedua lengan dalam sebuah gestur.
Perbedaan instruksi itu terjadi ketika Napoli berusaha mengatur kembali keseimbangan permainan setelah Villarreal menyamakan skor. Adegan tersebut menambah sorotan terhadap situasi di kubu Napoli, di tengah pertandingan yang akhirnya berujung kekalahan.
Seusai laga, Allegri menjelaskan bahwa ia ingin McTominay mendapatkan ruang lebih besar untuk menyerang. Ia menilai kemampuan teknik gelandang tersebut dapat dimanfaatkan lebih baik di area depan, sementara De Bruyne diminta membantu menjaga posisi di tengah.
“Di satu momen, saya meminta dia agar mundur dan mendorong McTominay maju ke depan karena dia punya lebih banyak teknik dan McTominay itu lebih berguna di penyerangan, tapi kami tidak saling memahami,” kata Allegri, seperti dikutip Football-Italia.
Napoli perlu berbenah jelang laga berikutnya
Allegri juga menjelaskan alasan taktis di balik instruksi tersebut. Menurutnya, bertahan di area tengah semestinya memberi keuntungan ketika tim beralih menyerang. Namun, ia mengakui komunikasi dengan De Bruyne tidak berjalan sesuai harapan.
“Jika Anda bertahan di lapangan tengah, sewajarnya hal itu memberi Anda keuntungan untuk menyerang,” ujar Allegri.
Kekalahan beruntun membuat Napoli harus segera mencari cara untuk memperbaiki permainan. Mereka telah kebobolan tiga gol setelah sempat unggul, dan kini perlu mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya melawan Bodo/Glimt.
Hasil di El Madrigal juga memperlihatkan pentingnya keselarasan instruksi di lapangan. Napoli masih memiliki kesempatan untuk merespons pada laga mendatang, tetapi koordinasi antarpemain dan penerapan rencana permainan akan menjadi pekerjaan yang tak bisa ditunda Allegri.
