Sekda Jambi Minta Penanganan HIV/AIDS Dikerjakan Bersama
Sekda Kota Jambi A Ridwan meminta OPD dan mitra kerja memperkuat kolaborasi penanganan HIV/AIDS, mulai dari edukasi hingga akses layanan tanpa stigma.
Pemerintah Kota Jambi meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra kerja memperkuat kolaborasi dalam penanganan HIV/AIDS. Seruan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan, dalam Rapat Koordinasi HIV/AIDS Kota Jambi Tahun 2026, yang membahas penyelarasan kebijakan dan langkah pencegahan.
Ridwan menegaskan, upaya menanggulangi HIV/AIDS tidak bisa diserahkan kepada satu instansi saja. Kerja sama perlu dibangun secara berkelanjutan, dengan pembagian peran yang jelas dan program nyata dari setiap pihak sesuai tugasnya.
Menurut dia, koordinasi lintas sektor dibutuhkan agar edukasi dan upaya pencegahan dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Rapat koordinasi itu juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antarlembaga dalam meningkatkan derajat kesehatan warga Kota Jambi.
Kasus HIV/AIDS disebut sebagai fenomena gunung es
Dalam materi arahan yang disampaikan pada rapat, Ridwan mengingatkan bahwa kasus yang telah teridentifikasi belum tentu mencerminkan seluruh persoalan di masyarakat. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai fenomena gunung es: perkara yang terlihat di permukaan bisa jadi hanya sebagian kecil dari keadaan sebenarnya.
“Permasalahan ini masih merupakan fenomena gunung es. Apa yang terlihat di permukaan bisa jadi hanya sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya. Karena itu, komitmen bersama dalam penanggulangan HIV/AIDS harus terus diperkuat.”
Pandangan itu menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga kesinambungan upaya penanganan. Koordinasi, menurut arahan tersebut, tidak cukup berhenti pada pertemuan antarlembaga. OPD dan mitra kerja diharapkan menerjemahkan kesepakatan menjadi langkah yang dapat dijalankan dalam lingkup tugas masing-masing.
Ridwan juga menekankan perlunya penyuluhan dan sosialisasi secara berkesinambungan. Edukasi perlu diberikan kepada berbagai kelompok, tanpa membatasi usia ataupun latar belakang, agar pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS semakin baik.
Edukasi perlu mencakup pencegahan dan layanan kesehatan
Materi yang disampaikan dalam rapat menempatkan informasi kesehatan yang benar sebagai bagian penting dari pencegahan. Masyarakat perlu memahami cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS, serta mengetahui pentingnya tes HIV dan akses terhadap layanan kesehatan.
Upaya edukasi juga perlu disertai perhatian terhadap stigma dan diskriminasi. Dengan begitu, pembahasan mengenai HIV/AIDS tidak menyederhanakan penularan penyakit sebagai akibat dari persoalan sosial tertentu, melainkan membantu warga memperoleh informasi dan layanan kesehatan yang tepat.
Dalam arahannya, Ridwan berharap seluruh pihak yang terlibat menunjukkan komitmen, kerja keras, dan kesungguhan dalam menjalankan upaya penanggulangan. Ia meminta rapat lintas sektor menghasilkan solusi yang dapat mendukung penanganan HIV/AIDS di Kota Jambi, bukan hanya menjadi agenda koordinasi rutin.
Dinamika kota menjadi pertimbangan pencegahan
Perkembangan Kota Jambi sebagai kota perlintasan, disertai pertumbuhan penduduk dan aktivitas sosial ekonomi yang pesat, turut menjadi perhatian dalam materi rapat. Dinamika tersebut dinilai menuntut perlindungan kesehatan masyarakat melalui kebijakan yang terkoordinasi.
Perhatian terhadap lingkungan pergaulan dan perlindungan generasi muda juga masuk dalam pembahasan. Pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang serta peningkatan literasi dalam menggunakan teknologi informasi disebut perlu berjalan seiring dengan pencegahan persoalan sosial dan kesehatan.
Namun, pesan pencegahan perlu tetap bertumpu pada informasi kesehatan yang tepat. Pengetahuan mengenai penularan, pencegahan, tes, dan layanan kesehatan menjadi bekal agar masyarakat dapat mengambil langkah yang sesuai tanpa memberi stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.
Rapat koordinasi ini menempatkan kerja bersama sebagai landasan penanganan HIV/AIDS di Kota Jambi. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap OPD dan mitra menindaklanjuti arahan dengan program yang berkelanjutan, sehingga edukasi dan akses informasi dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
