Vaksin HPV Sejak Anak, Perlindungan Bisa Lebih Tinggi
Vaksin HPV pada usia 9–14 tahun disebut memberi perlindungan sekitar 88 persen dengan satu dosis. Dokter menjelaskan pentingnya vaksinasi sebelum risiko infeksi meningkat dan virus berkembang tanpa gejala.
Vaksin HPV dianjurkan diberikan saat anak-anak agar perlindungan terbentuk sebelum risiko terpapar virus meningkat. Menurut data yang dipaparkan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, vaksinasi pada usia 9–14 tahun dengan satu dosis memberikan perlindungan sekitar 88 persen.
Waktu pemberian menjadi penting karena infeksi human papillomavirus (HPV) dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Kanker serviks mungkin baru terdiagnosis ketika seseorang dewasa, tetapi upaya pencegahannya perlu dimulai lebih awal.
Indri menjelaskan bahwa imunisasi HPV bagi anak telah dimasukkan ke dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Keterangan itu disampaikan dalam webinar Kementerian Kesehatan bersama Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Kamis, 29 Oktober 2026, seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Perlindungan lebih kuat pada usia 9–14 tahun
Dalam pemaparan Indri, kelompok usia 9–14 tahun dapat memperoleh perlindungan hampir 90 persen melalui satu dosis. Angka yang ia sampaikan secara spesifik adalah 88 persen. Sementara itu, orang yang menerima vaksin pada usia di atas 20 tahun memerlukan dua dosis, dengan perlindungan sekitar 60 persen.
Perbandingan tersebut menjadi salah satu alasan vaksinasi tidak menunggu seseorang dewasa. Perlindungan yang lebih tinggi pada kelompok usia anak, menurut Indri, berkaitan dengan pemberian vaksin lebih awal. Namun, angka itu merujuk pada data yang dipaparkan dalam webinar, bukan jaminan bahwa setiap penerima akan memiliki hasil perlindungan yang persis sama.
Indri juga menyoroti BIAS sebagai jalur untuk menjangkau anak dengan sasaran yang lebih terarah. Program tersebut dinilai membantu pelaksana imunisasi dalam menjangkau penerima dan memantau pelaksanaan di Indonesia, yang wilayahnya luas.
Dengan memasukkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi anak sekolah, pemberian vaksin dapat dilakukan sebelum masa dewasa. Bagi pemerintah, pendekatan melalui program yang sudah berjalan juga memudahkan pengelolaan sasaran. Penjelasan Indri menempatkan usia penerima dan cara menjangkau mereka sebagai dua pertimbangan dalam pencegahan.
Infeksi bisa lama tak menimbulkan gejala
Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, Hindra Irawan Satari, menerangkan bahwa HPV dapat menginfeksi seseorang tanpa segera memunculkan tanda yang mudah dikenali. Jeda yang panjang ini membuat pencegahan sebelum terpapar menjadi penting.
Hindra menyebut anak mulai memiliki risiko infeksi saat memasuki pubertas, sekitar usia 9–12 tahun. Setelah infeksi, virus dapat menetap selama 15–20 tahun tanpa gejala sebelum penyakit berkembang. Karena jedanya panjang, seseorang bisa merasa sehat sementara proses penyakit tetap berlangsung.
“Begitu dia mau masuk pubertas, umur 9-12, di situlah dia mulai berisiko untuk terinfeksi virus. Lalu, selama 15-20 tahun, tidak ada gejalanya.”
Menurut Hindra, gejala yang baru diketahui setelah masa panjang tanpa keluhan dapat membuat kanker ditemukan pada stadium lanjut. Ia menggambarkan ada pasien yang datang ketika kanker sudah berada pada grade 3. Karena itu, vaksinasi ditujukan untuk mencegah infeksi sebelum anak memasuki periode risiko, bukan menunggu sampai muncul gangguan kesehatan.
BIAS menjadi jalur pencegahan dini
Penjelasan para dokter menempatkan vaksin HPV sebagai upaya pencegahan yang waktunya perlu disesuaikan dengan risiko paparan. Kanker serviks dapat muncul jauh setelah infeksi, sehingga pemeriksaan atau penanganan ketika keluhan sudah ada bukan pengganti perlindungan yang diberikan lebih awal.
Indri menekankan bahwa vaksinasi sejak dini memberi kesempatan bagi perlindungan terbentuk sebelum paparan. Sementara itu, uraian Hindra tentang masa tanpa gejala menjelaskan mengapa menunggu seseorang dewasa bukan pilihan yang tepat untuk memulai pencegahan.
Program BIAS telah menjadi bagian dari upaya pemerintah menjangkau anak. Informasi mengenai sasaran dan pelaksanaan imunisasi berikutnya dapat disampaikan melalui program tersebut, sementara alasan medis yang dipaparkan dalam webinar menggarisbawahi pentingnya pemberian vaksin pada usia anak.
