Dewa United Vs Persija, Jakmania Diminta Tak ke BIS

Polda Banten dan Persija meminta Jakmania tidak datang ke BIS saat Dewa United menjamu Persija. Suporter diarahkan mematuhi sanksi Komdis PSSI dan menonton bersama di tempat masing-masing.

jakmania-diminta-tak-ke-bis-dewa-united-vs-persija

Polda Banten meminta Jakmania tidak datang ke Banten International Stadium (BIS) saat Dewa United menjamu Persija pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Imbauan itu berkaitan dengan sanksi Komdis PSSI yang melarang suporter Persija menyaksikan pertandingan tandang selama setengah musim.

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan imbauan tersebut pada Jumat, 30 Oktober 2026, sehari sebelum pertandingan. Ia meminta pendukung Persija menghormati keputusan Komdis PSSI dan tidak menyaksikan laga secara langsung di stadion.

Informasi mengenai imbauan kepolisian itu dilaporkan detikNews. Persija juga telah menyampaikan pesan serupa melalui akun Instagram resminya. Dengan demikian, arahan untuk tidak hadir di BIS datang dari kepolisian dan klub.

Sanksi Komdis menjadi dasar imbauan

Maruli menjelaskan, sanksi terhadap suporter Persija tercantum dalam hasil sidang Komdis PSSI pada 20 Oktober 2026. Ketentuan tersebut mencakup larangan mendukung tim secara langsung dalam pertandingan tandang selama setengah musim. Karena laga melawan Dewa United berlangsung di kandang lawan, Jakmania diminta mematuhi keputusan itu.

“Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI,” kata Maruli, seperti dikutip detikNews.

Polisi berharap suporter tim tamu tidak mendatangi Banten International Stadium untuk menonton pertandingan. Imbauan itu berlaku bagi Jakmania yang ingin memberikan dukungan langsung di lokasi laga, bukan larangan untuk mendukung Persija dari tempat lain.

Persija pun mengingatkan pendukungnya agar tidak hadir di stadion saat tim bertanding melawan Dewa United. Pesan yang diunggah klub secara khusus menyebut laga tersebut, sehingga pendukung mendapat pemberitahuan langsung mengenai ketentuan kehadiran pada hari pertandingan.

Nonton bareng di tempat masing-masing

Sebagai pilihan untuk tetap mengikuti pertandingan, Maruli menyebut Jakmania dapat mengadakan kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Dukungan dapat diberikan tanpa mendatangi stadion. Kepolisian juga meminta suporter Dewa United dan Persija menjaga suasana tetap kondusif selama pertandingan.

Ajakan itu disertai imbauan agar suporter tidak mudah terprovokasi dan menghindari konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Maruli juga mengingatkan agar kedua kelompok pendukung menjauhi tindakan yang bisa menimbulkan salah paham atau gesekan antarsuporter.

Pesan tersebut menjadi perhatian khusus menjelang pertemuan dua klub di BIS. Pendukung yang memilih menonton bersama diharapkan mengikuti arahan kepolisian, sementara mereka yang hendak berangkat ke stadion diminta mengurungkan rencana. Sanksi Komdis, menurut penjelasan Polda Banten, menjadi alasan utama larangan hadir bagi suporter Persija.

Polisi minta suporter menjaga ketertiban

Maruli mengingatkan bahwa hasil pertandingan bisa berupa kemenangan atau kekalahan, tetapi dukungan tidak semestinya berujung pada gangguan keamanan. Ia mengajak suporter mengutamakan keselamatan dan persatuan, serta menunjukkan sikap dewasa dan sportif saat mendukung klub.

Imbauan untuk tidak melakukan konvoi maupun tindakan yang memicu gesekan juga ditujukan kepada seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya pendukung Persija. Kepolisian berharap perbedaan dukungan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di antara suporter kedua tim.

Dengan pertandingan dijadwalkan berlangsung Sabtu, pesan Polda Banten dan Persija sudah disampaikan sehari sebelumnya. Jakmania yang ingin menyaksikan laga dapat mengikuti arahan klub dengan tidak mendatangi BIS dan memilih menonton bersama di tempat masing-masing. Sementara itu, sanksi Komdis PSSI tetap menjadi ketentuan yang harus dihormati selama periode larangan tersebut.

Mediaharian