Megawati Jadi Andalan Hyundai Hillstate di V-League
Hyundai Hillstate mengandalkan Megawati Hangestri dan Jordan Wilson untuk membangun serangan lebih agresif. KOVO Cup menjadi ujian awal bagi duet baru dan koordinasi dengan setter Kim Da-in.
Hyundai Hillstate menyiapkan pola serangan yang lebih agresif untuk Liga Voli Korea 2026-2027 dengan menempatkan Megawati Hangestri dan Jordan Wilson sebagai dua tumpuan di sisi lapangan. Namun, rencana itu masih harus diuji bersama persoalan adaptasi, terutama koordinasi antara kedua penyerang baru dan setter Kim Da-in.
Kim mengungkapkan perubahan pendekatan tersebut dalam Media Day di Hotel Riviera Cheongdam, Seoul, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Hillstate sebelumnya lebih banyak membangun serangan melalui pemain tengah. Kehadiran Megawati dan Jordan membuka pilihan untuk mendistribusikan bola ke lebih banyak jalur.
“Namun tahun ini, karena kami memiliki ‘dua senjata’ yang benar-benar kuat di kedua sisi, yakni Jordan dan Mega. Kami akan memainkan bola voli yang lebih menyerang,” ujar Kim Da In.
Gagasan itu menempatkan Megawati bukan sekadar sebagai tambahan dalam susunan pemain. Opposite asal Indonesia tersebut diharapkan ikut mengubah cara Hillstate menyerang, bersama Jordan yang direkrut untuk memperkuat komposisi tim. Radar Pati melaporkan, pelatih Kang Sung-hyung juga menilai karakter tim berubah setelah sejumlah pemain pergi dan pemain baru bergabung.
Hillstate membangun ulang komposisi tim
Salah satu perubahan besar terjadi setelah middle blocker veteran Yang Hyo-jin pensiun. Ia selama bertahun-tahun menjadi tumpuan Hillstate dalam pertahanan dan blok di dekat net. Klub juga tidak lagi diperkuat Karrie, pemain asal Amerika Serikat, dan mendatangkan Jordan yang mengandalkan kecepatan. Megawati masuk untuk mengisi kuota pemain Asia sekaligus menambah pilihan serangan.
Perubahan itu membuat Hillstate perlu membangun ulang pola permainan, bukan sekadar memasukkan dua nama baru ke dalam susunan pemain. Kang, seperti dikutip Radar Pati dari Sport Naver, menggambarkan kondisi tim sebagai perubahan dari kebiasaan yang telah terbentuk. Pergeseran komposisi juga menuntut pemain menyesuaikan diri dengan tempo dan distribusi bola yang berbeda.
Megawati datang dengan pengalaman bermain di Korea Selatan. Ia memperkuat Red Sparks pada musim 2023-2024 dan 2024-2025, lalu tidak tampil di kompetisi Korea pada 2025-2026. Kini, ia kembali ke V-League dengan seragam Hillstate. Pengalaman sebelumnya menjadi bekal, tetapi kerja sama dengan rekan satu tim yang berbeda tetap harus dibangun dari awal.
Waktu latihan Kim Da-in dan dua penyerang terbatas
Persoalan terbesar menjelang kompetisi adalah waktu untuk menyatukan permainan. Kim Da-in menjalani sejumlah agenda bersama tim nasional Korea Selatan, termasuk Kejuaraan Asia dan Asian Games. Akibatnya, kesempatan latihan penuh bersama Megawati dan Jordan relatif singkat.
Kang menyebut Kim baru sekitar dua pekan menjalani koordinasi secara penuh dengan kedua penyerang tersebut. Tim pelatih harus menyelaraskan distribusi bola, kecepatan permainan, dan pergerakan pemain di lapangan. Dalam skema baru, ketepatan hubungan setter dengan penyerang akan menentukan apakah opsi serangan dari kedua sisi dapat berjalan efektif.
Radar Pati juga menyebut Hillstate masih perlu membenahi penerimaan bola dan koordinasi. Dua aspek itu berhubungan langsung dengan rencana menyerang: kualitas bola pertama berpengaruh pada pilihan yang tersedia bagi setter, sementara komunikasi diperlukan agar para penyerang tidak bergerak dengan pola yang saling bertabrakan. Karena itu, keberadaan dua pemain dengan daya serang kuat belum otomatis menjamin permainan tim berjalan padu.
Kang mendorong para pemain untuk menjaga kebersamaan selama menghadapi perubahan. Ia mengusung prinsip satu hati dan satu pikiran sebagai pegangan tim. Kim pun berharap variasi serangan yang disiapkan bisa membuat perjalanan Hillstate pada musim baru lebih menarik, dengan syarat para pemain dapat beradaptasi terhadap pola tersebut.
KOVO Cup menjadi tempat menguji skema baru
Kesempatan awal bagi Hillstate untuk menguji komposisi dan taktik datang melalui KOVO Cup 2026, turnamen pramusim yang dijadwalkan berlangsung pada 11-19 Oktober. Di ajang itu, Megawati akan menjalani penampilan kompetitif pertamanya bersama klub barunya sebelum memasuki musim reguler.
Dalam pertandingan melawan Korea Expressway Corporation pada 14 Oktober, fokus Hillstate disebut tertuju pada upaya Kim membangun koneksi dengan Megawati dan Jordan. Dua hari kemudian, mereka dijadwalkan bertemu GS Caltex dalam laga terakhir Grup B putri. Kang berencana mencoba pendekatan berbeda pada pertandingan tersebut, yang juga penting bagi kedua tim dalam upaya menuju semifinal.
Turnamen pramusim itu memberi pelatih ruang untuk melihat seberapa cepat para pemain memahami variasi permainan. Bagi Megawati, tantangannya bukan hanya menghasilkan poin, melainkan juga menyesuaikan timing serangan dan komunikasi dengan Kim serta lini pertahanan. Hillstate juga dijadwalkan membuka V-League 2026-2027 melawan IBK Altos.
Sorotan lain berpotensi hadir saat Megawati berhadapan dengan mantan rekan setimnya di Red Sparks, Vanja Bukilic. Radar Pati melaporkan Bukilic ingin menghentikan smash Megawati, sementara pemain Indonesia itu menyatakan siap menghadapi tantangan tersebut. Sebelum duel liga itu, hasil KOVO Cup akan memberi gambaran awal tentang sejauh mana duet Megawati-Jordan dan setter Kim Da-in mampu menjalankan rencana serangan Hillstate.
