Dinsos PPU Siapkan Pendampingan ODGJ hingga Rujukan

Dinsos PPU menangani ODGJ berdasarkan laporan dengan melibatkan keluarga dan fasilitas kesehatan. Rujukan ke RSJ Samarinda dilakukan jika direkomendasikan setelah pemeriksaan.

dinsos-ppu-siapkan-pendampingan-odgj-hingga-rujukan

Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara (Dinsos PPU) menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berdasarkan laporan masyarakat, dengan melibatkan keluarga dan fasilitas kesehatan. Jika pemeriksaan menunjukkan pasien memerlukan penanganan lanjutan, dinas akan memfasilitasi rujukan ke rumah sakit jiwa di Samarinda.

Kepala Dinsos PPU, Ainie, mengatakan pihaknya belum menerima laporan baru terkait ODGJ selama Oktober 2026. Meski belum ada laporan pada bulan tersebut, mekanisme penanganan tetap disiapkan agar warga yang membutuhkan bantuan dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing.

“Di bulan ini tidak ada laporan. Itu tetap kita tangani ketika ada laporan. Kita panggil keluarganya dari mana,” ujar Ainie.

Penanganan ODGJ dimulai dengan menghubungi keluarga

Langkah awal Dinsos setelah menerima laporan adalah menghubungi keluarga orang yang bersangkutan. Koordinasi ini dilakukan untuk mengetahui kondisi warga sekaligus memastikan adanya pendampingan dari pihak keluarga selama proses penanganan.

Peran keluarga menjadi penting karena penanganan tidak berhenti pada saat laporan diterima atau pasien dibawa untuk diperiksa. Keluarga dapat membantu mendampingi pasien dan mendukung tindak lanjut sesuai arahan tenaga kesehatan.

Apabila warga membutuhkan pemeriksaan medis, Dinsos akan mendampingi dan membawanya ke rumah sakit. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk apakah pasien perlu mendapatkan perawatan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan lain.

Ainie menegaskan keputusan mengenai kebutuhan perawatan medis tidak ditentukan sendiri oleh Dinsos. Penilaian dan rekomendasi tenaga kesehatan menjadi acuan dalam menentukan layanan yang diperlukan pasien.

“Kalau misalnya dia memerlukan perawatan, biasanya kami langsung mendampingi dan membawanya ke rumah sakit,” kata Ainie.

Rujukan ke rumah sakit jiwa mengikuti pemeriksaan

Jika rumah sakit menyatakan pasien memerlukan penanganan lanjutan, Dinsos PPU akan membantu proses rujukan ke rumah sakit jiwa di Samarinda. Sebaliknya, apabila rujukan tidak diperlukan, penanganan dilanjutkan sesuai kebutuhan medis yang telah dinilai.

Dalam kondisi tersebut, tindak lanjut dapat mencakup pendampingan terkait konsumsi obat yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Dinsos menempatkan diri sebagai pendamping sosial dan penghubung dalam koordinasi dengan keluarga serta fasilitas kesehatan, sedangkan keputusan medis tetap berada pada tenaga kesehatan.

Ainie menyebut kepatuhan mengonsumsi obat perlu mendapat perhatian. Berdasarkan pengamatannya dalam penanganan kasus, konsumsi obat yang terputus dapat diikuti kekambuhan pada sebagian pasien. Karena itu, keberlanjutan pengobatan perlu dijaga dengan dukungan keluarga.

“Konsumsi obat biasanya terputus, lalu kambuh. Itu yang perlu dijaga,” ungkapnya.

Peran keluarga dan laporan masyarakat

Pendampingan keluarga membantu memastikan pasien mengikuti anjuran pengobatan dan menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan. Namun, penanganan tetap disesuaikan dengan keadaan setiap orang; kebutuhan perawatan maupun rujukan mengikuti hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan laporan awal.

Dinsos PPU menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang masuk agar warga yang membutuhkan pertolongan memperoleh penanganan sesuai kondisinya. Informasi dari masyarakat menjadi titik awal bagi dinas untuk berkoordinasi dengan keluarga dan fasilitas kesehatan.

Warga yang menemukan ODGJ membutuhkan bantuan dapat menyampaikan laporan kepada instansi terkait. Dengan adanya laporan, proses koordinasi dan pendampingan dapat dimulai, sementara pemeriksaan tenaga kesehatan menentukan langkah medis yang tepat.

Skema tersebut menempatkan beberapa pihak dalam satu rangkaian penanganan: masyarakat menyampaikan laporan, Dinsos melakukan pendampingan dan koordinasi, keluarga membantu keberlanjutan dukungan, serta fasilitas kesehatan menilai kebutuhan medis. Ainie mengatakan Dinsos tetap siap menindaklanjuti laporan apabila ada warga yang memerlukan bantuan.

Mediaharian